KARO Panen jagung di Kabupaten Karo dan Dairi sebagian besar sudah usai. Kilang-kilang jagung yang sebelumnya dipenuhi ratusan karung jagung kini senyap. Sekarang petani sudah BeliBibit Jagung Online terdekat di Karo berkualitas dengan harga murah terbaru 2022 di Tokopedia! Pembayaran mudah, pengiriman cepat & bisa cicil 0% 17Rekomendasi Makanan Khas Karo Dipublikasikan oleh Komarudin Subekti ∙ 29 March 2022 ∙ 9 menit membaca Daftar Isi [ hide] 1. BPK (Babi Panggang Karo) 2. Cipera 3. Arsik Nurung Mas 4. Kidu-kidu 5. Cimpa Unung Unung 6. Manuk getah 7. Lemang/Rires 8. Pagit-pagit 9. Trites 10. Tasak Telu 11. Cincang bohan 12. Gulai Umbut 13. Lomok-lomok 14. cash. You are here Home / Pertanian / Petani Resah, Harga Jagung di Karo Rp per Kg Setelah harga kentang anjlok kini giliran harga jagung kering di Kabupaten Karo yang tergerus akibat masuknya jagung impor. Saat ini harga jagung di tingkat petani hanya Rp per kg. padahal sebelumnya harga sempat bertengger di angka Rp per kg. Agus Sinulingga, salah seorang petani jagung di Desa Kacaribu, Kecamatan Kabanjahe saat di temui MedanBisnis, Selasa 20/12 di sela-sela panen jagungnya mengatakan, setelah mendengar banyaknya jagung impor beredar pasar lokal harga jagung lokal pun langsung turun. “Kami tidak mengerti apa itu perdagangan bebas yang kami tahu adalah bagaimana harga sayur mayur termasuk jagung ini laku terjual dengan harga menguntungkan, paling tidak balik modal,” ungkap Agus. Sementara Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI Kabupaten Karo Duddy S Utomo kembali mengkeritik kebijakan pemerintah yang tidak pro petani. Di mana setiap ada harga yang menguntungkan petani, di situ pula masuk produk impor seperti kentang yang di datangkan dari Pakistan. “Begitu harga kentang lokal sudah di atas Rp per kg di saat itu pula kentang impor masuk, sehingga hancurlah harga kentang kita di pasaran yang sampai hari ini hanya berkisar per kg,” jelasnya. Duddy kembali mempersalahkan pemerintah, dimana selama ini harga jagung bertahan di atas Rp per kg tapi tiba-tiba turun tak karuan, sehingga membuat petani jagung di beberapa sentral produksi seperti di Kecamatan Tiga Binanga, Kecamatan Lau Baleng, Kecamatan Mardindidng dan Kecamatan Payung resah. “Tak sedikit petani yang mempertanyakan anjloknya harga ini kepada pengurus HKTI baik di kabupaten maupun di tingkat kecamatan,” katanya. Duddy mendukung apa yang sudah dilakukan para pengurus asosiasi jagung melalui anggota DPD RI Parlindungan Purba di Jakarta untuk bisa menghentikan jagung impor tersebut. “Karena jika kita tinjau dari hasil produksi jagung lokal masih mencukupi untuk pasar di Sumatera Utara ini, dan impor itu hanya menguntungkan seseorang saja. Jadi tidak baik untuk dilanjutkan,” ungkapnya. edi sofyan/medanbisnis Reader Interactions

harga jagung di tanah karo